Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Tai Kucing di Masjid

Seperti biasa sebelum subuh Anhar sudah di masjid, tugas harian bersih-bersih masjid dia lakukan tanpa mikir duit gaji harian atau bulanan. Yang jelas tugas itu dilakukannya tanpa kontrak kerja atau kesepakatan harus dapat upah berapa, murni panggilan hati dan kemauan   sendiri. Masjid harus bersih dan siap sebelum orang-orang datang melakukan sembahyang. Setelah bersih-bersih Anhar mengumandangkan adzan. Orang-orang sudah hapal betul dengan suaranya yang khas. Tapi pagi itu sampai di masjid, hidung Anhar melar mingkus karena bau yang menyengat. Tai kucing!

Lain Waktu

Jari-jari keriput itu terus menganyam iratan bambu, satu persatu iratan bambu disusun bertumpang tindih hingga membentuk pola atau motif tertentu sesuai dengan barang yang dibuatnya. Pekerjaan yang ditekuninya sejak orang tuanya masih hidup sampai dia sendiri dekat dengan liang lahat. Tangannya sangat ahli menganyam membuat tompo, rinjing, kukusan, kalo, pithi, besek dan peralatan lain dari anyaman. Tapi nasip sejarah hidup tak semudah membuat anyaman bambu. Semudah itu dia buat anyaman bambu, sama sulitnya dia mengubah nasip hidup.